Jumat, 13 April 2012

Battleship

Bisa dibilang ini adalah film Blockbuster pertama saya di tahun 2012. Film yang disutradarai oleh Peter Berg dan ditulis oleh Erich Hoeber & Jon Hoeber ini diambil dari sebuah game yang berjudul sama yaitu Battelship direlease oleh Hasbro. Game-nya sendiri cukup seru dimainkan.

Tidak seperti gamenya yang bertema perang antara Kapal perang melawan Kapal perang, film ini tentang kapal perang melawan..Hmm...memang kapal perang juga hanya saja kapal perang milik Alien. Amerika yang menemukan sebuah planet yang menyerupai bumi mencoba mengirimkan signal komunikasi ke planet tersebut untuk meneliti serta mengetahui lebih dalam mengenai planet tersebut yang akhirnya berlanjut pada inti film tersebut yaitu, Alien yang berada di planet tersebut merespon dan menyerang bumi.

Film ini diawali dengan pengenalan karakter yang menurut saya sangat baik. Penonton akan melihat bagaimana karakter Alex Hopper (Taylor Kitsch) yang liar, temperament, tak terkontrol dan cenderung berantakan tetap konsisten disepanjang film hingga perlahan-lahan karakternya berubah menjadi seorang yang dapat diandalkan dan bertanggung jawab melalui perang yang dialaminya itu. Dan film seperti ini yang sangat memperhatikan karakterisasi memberikan penilaian yang baik bagi saya pribadi terhadap penulis skripnya. Keputusan-keputusan yang diambil tidak lari dari karakternya. Kemudian sepanjang film kita akan diajak melihat kecanggihan CG dan detail yang sangat luar biasa.
Bagaimana dengan jalan ceritanya? Seperti yang saya bilang, diawali dengan sangat baik tetapi diakhiri dengan relatif lemah. Penyelesaiannya kurang baik dan peperangannya kurang menggigit. Saya teringat film blockbuster Sci-fi lain yang bertema mirip yaitu Independence Day atau agak berbeda sedikit yaitu Star Trek. Keduanya Blockbuster yang bagi saya sangat baik dari segi action maupun cerita. Sama-sama memiliki karakter protagonist yang oke. Yang membedakan dengan Battleship adalah alur cerita kedua film lama itu lebih menarik dan kuat terutama dibagian sequence resolusi akhir. Ketegangan yang diberikan oleh Battleship juga kurang terasa naik turunnya. Kita tidak banyak dikejutkan oleh aksi-aksi berbahaya serta rasa putus asa atau kegagalan. Tingkat konfliknya bisa terbilang rendah dan resolusinya cenderung biasa-biasa saja.

Ciri khas dari Blockbuster secara awam memang biasanya diidentifikasikan sebagai film "hura-hura", tidak "dalam", dan sekedar seru. Tapi somehow, bagi saya kurang setuju hal itu karena saya adalah tipe penonton film yang mementingkan keterlibatan segi emosional dari sebuah film dan Battleship kurang menyentuh di hal itu. 

Hal kedua yang kurang saya sukai juga adalah keputusan penulis untuk memasukkan karakter "clown" pada film itu yang kurang tepat. Terasa bagaikan makanan yang sudah enak kemudian diberi bumbu yang tidak perlu. Karakter Alex Hoppernya sendiri sudah cukup memberikan bumbu konyol yang pas dan tidak perlu lagi ditambah karakter lainnya.

Overall film itu standardly entertaining. 1 bintang dari saya dari rating 5 bintang. Bagi tipe penonton yang memang doyan film "gedebak gedebuk", film itu akan sangat menghibur. Awal yang cukup baik. Dan bersama dengan film Battleship ini....saya ucapkan SELAMAT DATANG BLOCKBUSTER 2012 :)






Kamis, 05 April 2012

The Hunger Games

The Hunger Games...cerita yang menarik. Sejujurnya gue belum pernah denger tentang The Hunger Games sampai akhirnya kemarin gue menonton filmnya lalu mulai menelusuri latar belakangnya. Film ini diambil dari novel Trilogy karya Suzanne Collins asal America. Karyanya cukup fenomenal bersanding dengan Twilight (walau gue gak suka dengan karya yang satu ini). Dan blog kali ini, seperti biasa, gue hanya akan sedikit bercerita, berkomentar dan sok tahu dari sisi filmnya, karena memang gue pecinta film :).

Saat gue menulis blog yang kali ini gue mengakui kalau gue memiliki kelemahan besar yaitu, gue belum membaca bukunya. Memang dunia film dengan dunia penulisan buku adalah media yang 180 derajat berbeda satu sama lain dan tidak bisa disamakan bahkan diperbandingkan walaupun diambil dari cerita yang sama tapi tentunya akan banyak informasi-informasi lagi yang bisa digali mengenai ceritanya kalau gue sudah membaca bukunya.

Film ini bercerita tentang seorang gadis muda berusia kurang lebih 16 thn yang hidup di suatu waktu di masa depan saat negara-negara di dunia sudah hancur dan berubah akibat perang, harus bertahan hidup dalam suatu permainan survival reality show melawan 23 peserta lainnya dari 12 district yang ada dan pemenangnya hanya boleh 1 orang. Setidaknya begitulah premis yang bisa gue terjemahkan dari film itu.


Film ini menuai pro dan kontra yang cukup banyak antara yang suka dengan yang tidak. Mungkin ekstrim terbagi 50:50 dari skala penonton Jakarta (sekali lagi ini hanya asumsi pribadi belaka bukan data empiris). dari 6 orang yang menonton bareng gue kemarin hanya 1 yang suka film ini...yaitu gue hehehe. Yup...gue suka film ini. Suka banget juga nggak tapi gue cukup menikmatinya. Beberapa yang tidak suka dikarenakan false expectation. Mereka mengharapkan action yang menegangkan tetapi yang mereka dapatkan lebih banyak dramanya. Menurut gue hal inipun disebabkan karena ketidaktahuan penonton akan franchise film ini yang sebenarnya terbagi dari 3 Novel dan babak pertama ini bisa dibilang seperti babak perkenalan.

Apa yang membuat gue suka? Gue suka idenya, konsepnya, jalan ceritanya, drama dan emosinya. Itu yang memang gue harapkan dari film action jaman sekarang. Bukan sekedar gebak gebuk, tusuk sana bacok sini kayak film Clash of Titans. Emosi yang dibawakan oleh Jennifer Lawrence cukup memuaskan.

Lalu apa yang gue nggak suka? Yang gue nggak suka adalah Josh Huctcherson pemeran Peeta Melark. Mungkin ini karena subyektif gue saja yang memang kurang suka pretty boy, tapi peran yang dimainkan disitu juga terlalu datar, tanpa emosi, tidak dalam dari yang kalau bisa gue bayangkan, harusnya termasuk salah satu karakter yang emosinya complicated. Tidak terpancarkan rasa pesimis dan takut kalah. Tidak seperti Jennifer lawrence yang sisi keras dan tough-nya cukup baik dibawakan walau gemetaran & takut dalam dirinya sangat hebat.


Hal kedua yang gue kurang suka adalah scriptnya tidak menggali lebih dalam drama yang terjadi selama game survival itu berjalan. Boleh dibilang actionnya timpang sekali. Ketegangan yang dibawakan tidak klimaks sehingga kesedihan yang harusnya dirasakan penonton pun tidak terlalu dalam. Disini kekurangan informasi dari "belum membaca bukunya" terasa oleh gue. Apakah pertarungan yang di tulis dalam bukunya memang tidak seseru itu atau sebaliknya tapi seharusnya memang tidak tergantung bukunya. Harusnya Gary Ross bisa membuatnya lebih baik.

Yang ketiga dan keempat adalah Camera dan setting hutan yang buruk. Camera movement saat survival games berlangsung menurut gue tidak "enak" dilihat. Terlalu banyak pergerakan yang tidak perlu seperti Pan, blur, etc. Hutannya juga terlalu standard. Yaah kalau masalah setting hutan memang subyektif-nya gue aja yang mengharapkan hutan yang lebih "garang" dan buruk.

Oke...bagaimana struktur filmnya? Gue yang awam ini sangat kesulitan begitu mencoba menguraikan film itu dalam bentuk struktur formula sequencing yang gue tau dan gue berasa kehilangan plot point 2. Tapi dari semua formula standard yang gue tau, gue menemukan yang cocok yaitu formula "Hero's Journey" -nya Joseph Campbell.

Anyway...dari keseluruhan pendapat suka dan tidak sukanya gue pada film itu, gue cukup menikmati filmnya. Kalau dari 5 stars rating, gue memberikan 3.5 lah. Masih terbilang suka dan gue menantikan film dari babak trilogi berikutnya, Catching Fire dan Mockingjay. Sementara ini...gue akan mencoba menikmati bukunya.

Image Source: http://en.wikipedia.org/wiki/The_Hunger_Games_(film)
http://en.wikipedia.org/wiki/Monomyth
http://insidemymoviemind.wordpress.com/
http://www.goodreads.com/book/show/2767052-the-hunger-games