Sebelum meneruskan membaca blog ini, gue peringatkan blog ini mengandung Spoiler. Film The Grey bercerita tentang 7 orang pekerja tambang minyak di Alaska yang berhasil selamat dari kecelakaan pesawat yang mereka tumpangi dan berusaha bertahan hidup dari ganasnya padang salju Alaska serta ancaman sekelompok serigala buas yang berusaha membunuh 7 orang tersebut satu persatu yang merasa terganggu oleh keberadaan mereka. Ottway (Liam Neeson), yang bekerja di tambang minyak tersebut sebagai penjaga area dari serbuan serigala, mengambil kendali dan memimpin kelompok tersebut untuk bertahan hidup dengan segala pengetahuan dan pengalamannya tentang serigala. Sepanjang film selalu diisi dengan ketegangan dan kita yang menonton akan selalu dibuat tetap "siaga" karena ketegangannya selalu datang tiba-tiba (kalo kata temen gue, lelah nontonnya hahaha).
Banyak orang yang menonton film ini secara tidak sengaja merasa tertipu saat mereka mengharapkan akan menyaksikan sebuah film action ternyata yang mereka dapatkan adalah drama suspense. Kesalahpahaman ini diakibatkan karena false advertisement dari trailer The Grey yang menampilkan cuplikan-cuplikan action Liam Neeson melawan serigala. Hingga tidak sedikit dari penonton yang memberikan komentar tidak suka atau buruk terhadap film itu.
Bagi gue, film ini cukup "nyentrik" hingga banyak mengakibatkan begitu banyak kesan yang sangat berbeda-beda dari orang-orang yang menontonnya. Seperti yang udah gue bilang di atas kalau banyak yang tidak suka. Akan tetapi di satu sisi ada beberapa teman gue ada yang segitu amat sukanya dengan film ini hingga dia bilang ini adalah salah satu film terbaiknya sejauh ini di tahun 2012. Tolak belakang banget ya? Oke...kurang lebih seperti ini gambarannya...buat orang yang menikmati film dari sekedar apa yang dia lihat saja akan merasa film The Grey adalah film Final Destination dengan versi yang berbeda. Sekelompok orang berhasil lolos dari maut kecelakaan pesawat tetapi ujung-ujungnya mati satu persatu karena hal yang lain. Tetapi beberapa orang bisa mendapatkan message yang amat berbeda dari film itu. Ada temen gue juga yang berkata kalau film itu bercerita tentang "perjuangan hidup". Bagaimana dengan gue?
Buat gue, film yang setelah gue tonton "meninggalkan jejak" atau "membekas" di gue adalah film yang luar biasa. Film ini awalnya terasa biasa tetapi setelah selesai menonton, gue merasa takjub akan ceritanya dan skenarionya. Bukan karena action yang spektakuler atau karakterisasi yang hebat. Tidak...tidak...film ini bahkan hanya memberikan sedikit ruang bagi karakterisasi. Tetapi bagian terbaiknya adalah bagaimana premis cerita ini serta "needs" dari protagonisnya tersembunyi dengan amat sangat baik hingga seusai menonton, gue baru sadar bahwa script ini menipu serta memanipulasi pikiran penonton dengan sangat baik. Banyak penonton film ini yang yakin bahwa film ini tentang bagaimana kelompok tersebut berusaha menyelamatkan diri, dan akibat misleading cerita itu juga lah yang menyebabkan banyak yang kecewa menontonnya. Tetapi sejak awal film ini memang bukan ingin menceritakan tentang penyelamatan atau bertahan hidup. Film ini bercerita tentang KEMATIAN (setidaknya itu menurut penterjemahan pribadi gue). Sejak awal film ini sudah menyuguhkan tentang "merengkuh kematian" dari mulai adegan Ottway 'melepaskan" nyawa serigala yang ia tembak dan itulah keindahan skenarionya. Hingga sepanjang skenario berjalan, "kematian" selalu disisipkan dengan amat halus.
Ini cerita tentang hidup dengan berjuang semaksimal mungkin, dan mati dengan segenap jiwa raga. Live and die on this day....live and die on this day. What a Great movie.




